,
Headlines News :
Home » » Apa itu Microsoft Silverlight

Apa itu Microsoft Silverlight

Written By Nanda Journey on Jumat, 02 Desember 2011 | 18.03

Udah pada kenal sama Adobe flash dong? iya dong ? iya kan, iya kan ? , udah akrab sama flash player kan? itu lho yang buat jalanin file multimedia presentasi dalam browser. nah, Microsoft mulai bikin tandingannya nih buat aplikasi flash, namanya Microsoft Silverlight. Silverlight bisa dibilang konsepnya mirip dengan flash., kalau di flash menggunakan OO Action script programming, sedangkan di Silverlight menggunakan language .Net seperti VB.Net dan C#.Net.


saat ini versi terakhir Silverlight adalah Silverlight 1.1, Membutuhkan .Net Framework 3.0. Dilengkapi dekungan BCL (Base Class Library)  .Net framework yang disisipan ke dalam silverllight seperti collections, reflection, regular expressions, string handling dan data access. Pastinya akan memudahkan programmer-programmer .Net untuk membuat aplikasi dalam platform ini.
Silverlight 1.1 didistribusikan dengan Dynamic Language Runtime yang memudahkan dalam proses kompilasi dan eksekusi dynamic scripting language.
languages yang tersedia untuk DLRnya adalah Managed JScript dan IronPython 2.0. Microsoft sendiri juga sedang mengembangakan IronRuby dan Dynamic Visual Basic. Ke-4 bahasa ini saling membagi infrastruktur yang untuk mengijinkan Silverlight melakukan proses kompilasi dan eksekusi source code yang ditulis programmer. Kebalikan dengan .Net Languages yang biasanya harus di kompile di awal dan dideliverkan ke SilverLight sebagai .NET Assemblies.
sample gallerysilverlight bisa dilihat-lihat disini:
http://silverlight.net/community/communitygallery.aspx
jangan lupa untuk download plugins SliverLightnya terlebih dahulu untuk melihat-lihat.
Seperti yang saya jelaskan dalam bagian sebelumnya, semua Rich Internet Application memiliki satu karakteristik yang sama: sebuah runtime yang berada di antara pengguna dan server.
Pada solusi Rich Internet Application  yang menggunakan teknologi Microsoft, Silverlight ini adalah runtimenya.
Secara khusus, Silverlight merupakan plug-in yang cross-platform dan cross-browser pada sebuah browser yang merender user interface dan grafik pada sebuah kanvas yang dapat di sisipkan pada sebuah halaman HTML.
Markup yang digunakan untuk mendefinisikan sebuah kanvas Silverlight disebut XAML (eXtensible Application Markup Language atau di ucapkan dengan “zammel”)
XAML adalah bahasa berbasis XML yang mirip dengan HTML pada beberapa bagian. Sama seperti HTML, XAML yang menentukan elemen mana yang akan di tampilkan, dan menentukan tata letak elemen-elemen didalamnya.
Tapi tidak seperti HTML, XAML lebih dari hanya sekedar elemen sederhana dan layout, dengan menggunakan XAML, anda dapat juga menentukan timing, transformasi, animasi, dan event.
Berikut ini adalah contoh dari sebuah Canvas Silverlight dalam XAML:
<Canvas
xmlns=”http://schemas.microsoft.com/client/2007″
xmlns:x=”http://schemas.microsoft.com/winfx/2006/xaml”
Width=”640″ Height=”480″
Background=”White”
x:Name=”Page”>
<Rectangle
RenderTransformOrigin=”0.5,0.5″
x:Name=”rectangle”
Width=”292″
Height=”86″
Fill=”#FFFF0000″
Stroke=”#FF000000″
StrokeThickness=”3″
Canvas.Left=”115″
Canvas.Top=”90″>
</Rectangle>
</Canvas>
Gambar dibawah ini menunjukkan canvas pada Microsoft Expression Blend, sebuah perangkat lunak desain yang digunakan untuk mengedit dan membuat XAML untuk aplikasi Silverlight.
Microsoft Blend - XAML menggambar diatas kanvas Microsoft Expression Blend – XAML Scripting  dan hasilnya diatas Canvas
Anda dapat melihat bahwa XAML diatas ternyata diterjemahkan ke  sebuah persegi panjang (berwarna merah) di atas kanvas (yang berwarna putih), termasuk  didalamnya di set sifat yang berhubungan dengan persegi panjang itu, seperti:  nama, lokasi, ukuran, warna, dan perbatasan.
Contoh sederhana ini hanya dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang apa seperti apa XAML itu. Anda akan belajar lebih  tentang XAML pada tulisan-tulisan berikutnya. Untuk saat ini, mari kita lanjutkan dengan melihat manfaat Silverlight.

Benefit Silverlight

Tentu, Silverlight menawarkan semua manfaat yang sama dengan Rich Internet Application lainnya, tetapi ada beberapa fitur yang membedakannya dari solusi Rich Internet Application lainnya, yaitu :
  • Menawarkan dukungan cross-platform/cross-browser.
    • cross-platform version dari  .NET Framework.
    • XAML adalah markup language berbasis teks.
    • Silverlight menggunakan teknologi yang familiar.
  • Sangat mudah untuk menyebarkan runtime Silverlight untuk para pengguna Rich Internet Application ini.
Oke, mari kita gali lebih dalam tentang benefit Silverlight.

Dukungan Cross-Platform/Cross-Browser

Ketika ASP.NET diperkenalkan beberapa tahun yang lalu, satu dari benefit yang di gaungkan adalah bersifat cross-browser. Developer hanya perlu membuat sebuah web dalam sebuah code, dan code tersebut akan berjalan di seluruh browser modern. Ya, Benar,  ini tidak keliru, tidak peduli browser apa yang anda gunakan, aplikasi tersebut akan bekerja. Tetapi untuk menggunakan seluruh fitur dan keuntungan yang ditawarkan ASP.NET, anda harus menggunakan versi terakhir dari Microsoft Internet Explorer.
Apabila anda menggunakan browser yang lain, anda sebenarnya tidak dapat melihat kelebihan dari ASP.NET secara penuh. Validation Control adalah contoh yang mewakili hal ini.

Contoh Validation Control pada ASP.NET Contoh Validation Control pada ASP.NET

Apabila anda menggunakan browser yang dikenali baik oleh ASP.NET sebagai browser yang layak, anda dapat secara penuh mendapatkan keuntungan dari client-side validation.
Apabila anda menggunakan browser lainnya, Validation Control akan tetap berfungsi, tapi membutuhkan postback ke server untuk melakukan validasi
Jadi, walaupun ASP.NET bersifat cross-browser, penggunanya mendapatkan experiences yang berbeda, tergantung dari browser yang di gunakan.
Nah, di Silverlight, ini tidak sama. Microsoft memperbaiki arti sebenarnya dari Cross-Browser, dan juga menambahkan istilah cross-platform, dan sekarang benar-benar berfungsi sesuai dengan artinya.

“Sebagai seorang developer, anda dapat membuat aplikasi silverlight, dan benar-benar diyakini bahwa aplikasi itu akan benar-benar berjalan pada platform dan browser yang mendukung”


Cross Browser Silverlight  Cross Browser Silverlight


Saat ini, dua platform yang mendukung Silverlight. Pastinya, yang pertama adalah Windows-based platform, dan yang kedua adalah Mac OS platform.
Untuk Browsernya, Internet Explorer, Safari, dan Mozilla Firefox adalah browser yang mendukung Silverlight.
Bagaimana dengan Linux ? Walaupun Microsoft belum mempunyai rencana untuk mensupport linux sebagai salah satu platform yang dapat menjalankan fungsi Silverlight, komunitas di linux telah membangun sebuah runtime tersendiri yang di sebut The Mono Project, project ini di sponsori oleh Novell.
“The Mono Project ini adalah sebuah inisiatif open source untuk membangun dan menjalankan Aplikasi .NET client dan server di platform Linux, Solaris, Mac OS X, dan Unix. Runtime untuk menjalankan Aplikasi berbasis Silverlight pada platform keluarga *Nix (Linux, solaris, Mac OS X, dan Unix) ini disebut dengan The Moonlight Runtime “.



dengan tambahan ini, Developer akan dapat membangun aplikasi silverlight untuk Windows, Macintosh, dan Linux dengan satu basis Code. Pengalaman yang dihasilkan aplikasi ini akan dirasakan seragam, tidak peduli platform apa yang digunakan.

Cross-Platform Version dari .NET Framework

Silverlight versi 1.0 diluncurkan oleh Mcrosoft pada tahun 2007, tapi pada versi ini hanya mendukung Ecma Language yang di terjemakan di sisi client.
Walaupun Silverlight versi 1.0  bekerja dengan baik bagi para developer yang telah memahami client-side scripting, tapi banyak developer yang menantikan versi ke dua dari Silverlight.
Silverlight 1.0 kurang lebih tidak jauh berbeda dengan Flash, banyak yang bilang ini adalah “Flash Killer”nya Microsoft.
Silverlight 2 dan penerusnya memiliki versi cross-platform nya sendiri dari .NET Framework, yang berarti Silverlight 2 memiliki CLR versinya sendiri, Full Type system dan sebuah .NET Frameword Programming Library yang dapat anda gunakan di Visual Studio 2008 untuk membangun user experience yang kaya pada Aplikasi Internet anda yang dijalankan melalui Internet Browser.

XAML  Sebuah Text-Based Markup Language

Keuntungan lain dari Silverlight adalah, Markup Language Silverlight berbasis teks, sedangkan untuk solusi Rich Internet Application lain, misalnya FLASH, basisnya adalah file yang sudah di compile (biasanya berekstensi .swf). Sudah pasti cara ini tidak friendly bagi para developer apabila ingin mengubahnya.
XAML sangat mudah untuk di ubah dan di modifikasi. sebagai contoh, anda ingin mengubah opacity dari sebuah object. apabila anda menggunakan FLASH, anda harus:
  1. membuka file Project Flash tersebut
  2. mencari layer dan object yang tepat
  3. melakukan penyesuaian disana
  4. kemudian anda harus me-recompile
  5. mempublish ulang
Tentunya cukup merepotkan dibanding dengan menggunakan solusi Silverlight. Dengan menggunakan Silverlight, anda secara mudah hanya butuh :
  1. Membuka file XAML nya,
  2. Mengganti nilai Opacity dari property object tersebut
  3. kemudian menyimpan filenya.
Keuntungan lain dari XAML adalah, XAML dapat di ciptakan secara dinamis pada saat aplikasi di jalankan.
Apabila anda berfikir tentang hal ini, implikasinya akan sangat besar. Coba perhatikan kesamaan antara HTML dan XAML. Keduanya adalah Markup Language berbasis teks yang mempunyai kesamaan dengan XML.
HTML adalah dasar dari file yang terpublish di internet. sejak HTML diperkenalkan, banyak dari teknologi telah dibangun diatasnya. di Microsoft pada contohnya, Active Server Pages (ASP) telah di perkenalkan untuk memperbolehkan para developer untuk secara dinamis mengubah HTML pada saat web di jalankan.
Saat ini kita memiliki ASP.NET, XAML memiliki potensi yang sama dengan contoh di atas, karena XAML adalah markup language berbasis teks yang dapat dikembangkan oleh para developer.

Menggunakan teknologi yang tidak asing

Microsoft sangat lihai dalam menciptakan tools yang membuat pembangunan aplikasi menjadi sangat mudah. Integrated Development Environment (IDE) dari Microsoft Visual Studio telah digunakan cukup lama, walaupun ada fitur baru ditambahkan , tapi tidak mengubah tata letak dan aturannya.
Dengan menggunakan Microsoft Visual Studio dalam membangun Aplikasi berbasis Silverlight, pada developer tidak harus belajar lagi dari awal bagaimana beradaptasi pada development environmet yang baru. Sebagai tambahan pada Visual Studio, Microsoft meluncurkan sekumpulan tools yang disebut dengan Expression Studio.
Di dalamnya sudah terdapat tools bernama Microsoft Expression Blend yang digunakan untuk mengedit dan membuat XAML untuk aplikasi Silverlight. Walaupun kelihatannya dari penampilannya Microsoft Expression Blend terlihat sangat berbeda, tapi Microsoft Expression Blend masih mempunyai elemen yang sama seperti Microsoft Visual Studio.
Anda sedang membaca artikel tentang Apa itu Microsoft Silverlight dan anda bisa menemukan artikel Apa itu Microsoft Silverlight ini dengan url http://hy-hack.blogspot.com/2011/12/apa-itu-microsoft-silverlight.html,Dilarang menduplikat artikel ini Apa itu Microsoft Silverlight jika sangat bermanfaat hanya boleh sebagai artikel refrensi atau harus mengulas nya dengan bahasa / kalimat yang berbeda dan memberi link ini : Apa itu Microsoft Silverlight


Artikel Terkait:

Share this post :

Poskan Komentar

Blog Dofolow , Tapi Tolong jangan nyepam dan ada kata kata yang tidak baik

 
Support : Abaut Us | Contact Us | Privacy Policy | Term of Use | Redaksi | Advertise | Lowongan Kerja | Forum | Tabloit | Mobile Version | Hy Hack Toolbar
Copyright © 2011. HY hack - All Rights Reserved Template Created by Heykhend
Published by Heykhend Corp. Developed by PT Heykhend Publik Media (HPM)